Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2012

PASAR INDUSTRI DAN KONSUMEN

Karakteristik Pasar Industri

  1. Struktur dan Permintaan Pasar.- Pasar Industri memiliki lebih sedikit pembeli tetapi lebih besar nilainya.- Pelangan pasar industri lebih terkonsentrasi secara geografis.- Permintaan pembeli industri merupakan turunan dari permintaan konsumenakhir.- Permintaan di pasar industri lebih inelastic – kurang terpengaruh oleh perubahan harga jangka pendek.- Permintaan di pasar industri lebih berfluktuatif dan lebih cepat.

  2. Sifat unit pembelian.- Pembelian di pasar industri melibatkan lebih banyak pembeli.- Pembelian dipasar industri melibatkan usaha pembelian yang lebih professional.

  3. Berbagai tipe Keputusan dan Proses Pengambilan Keputusan.- Pembeli di pasar industri biasanya menghadapi pengambilan keputusan yangkompleks.- Proses pembelian industri lebih formal.- Dalam pembelian di pasar industri, penjual dan pembeli bekerja lebih erat danmembangun hubungan jangka panjang


Menurut Rober W. Haas, DBA: Pemasaran industri adalah aktivitas manusia yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan pembeli yang ahli, atau memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli yang lain, yang dapat mempengaruhi pembelian barang-barang yang diperdagangkan, barang kebutuhan lembaga-lembaga dan barang kebutuhan organisasi pemerintah, melalui proses pertukaran .


Perbedaan pemasaran industri dan pemasaran konsumen yakni :


PEMASARAN KONSUMEN Terdiri dari individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi,


SEDANGKAN


PEMASARAN INDUSTRI mengarahkan produknya untuk perusahaan-perusahaan yang menjual produknya kembali kepada orang lain, kepada lembaga-lembaga yang memutuhkannya untuk keperluan proses produksi, atau kepada organisasi pemerintah untuk membantu aktivitas mereka setiap hari. Jadi pemsaran industri tidak menunjukkan produknya kepada konsumen akhir. Perusahaan-perusahaan yang membeli produk industri mengadakan pertukaran secara rasionil. Mereka membeli barang dengan memakai pertimbangan yang rasionil, ekonomis, dan menguntungkan


Kamis, 22 September 2011

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM

Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas. Wujud saham berupa selembar kertas yang menerangkan siapa pemiliknya. Akan tetapi, sekarang ini sistem tanpa warkat sudah dilakukan di bursa efek Jakarta dimana bentuk kepemilikan tidak lagi berupa lembaran saham yang diberi nama pemiliknya tapi sudah berupa account atas nama pemilik atau saham tanpa warkat. Jadi penyelesaian transaksi akan semakin cepat dan mudah karena tidak melalui surat, formulir, dan prosedur yang berbelit-belit.

Sedangkan harga saham sendiri, merupakan harga pasarnya. Harga pasar saham lebih sering dipakai dalam berbagai penelitian pasar modal, karena harga pasar saham yang paling dipentingkan oleh investor. Harga pasar saham mencerminkan nilai suatu perusahaan tersebut dan sebaliknya. Oleh karena itu setiap perusahaan yang menerbitkan saham sangat memperhatikan harga pasar sahamnya. Harga saham yang terlalu rendah sering diartikan bahwa kinerja perusahaan kurang baik. Namun bila harga saham terlalu tinggi juga menimbulkan dampak yang kurang baik. Harga saham yang terlalu tinggi akan mengurangi kemampuan investor untuk membelinya, sehingga menyebabkan harga saham tersebut sulit untuk meningkatkan lagi.

Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham, yaitu:

Faktor Internal (Lingkungan mikro), diantaranya antara lain:

a. Pengumuman tentang pemasaran, produksi, penjualan seperti pengiklanan, rincian kontrak, perubahan harga, penarikan produk baru, laporan produksi, laporan keamanan produk, dan laporan penjualan.

b. Pengumuman pendanaan (financing announcements), seperti pengumuman yang berhubungan dengan ekuitas dan hutang.

c. Pengumuman badan direksi manajemen (management-board of director announcements) seperti perubahan dan pergantian direktur, manajemen, dan struktur organisasi.

d. Pengumuman pengambilalihan diversifikasi, seperti laporan merger, investasi ekuitas, laporan take over oleh pengakuisisian dan diakuisisi, laporan divestasi dan lainnya.

e. Pengumuman investasi (investment annuncements), seperti melakukan ekspansi pabrik, pengembangan riset dan, penutupan usaha lainnya.

f. Pengumuman ketenagakerjaan (labour announcements), seperti negoisasi baru, kontrak baru, pemogokan dan lainnya.

g. Pengumuman laporan keuangan perusahaan, seperti peramalan laba sebelum akhir tahun fiskal dan setelah akhir tahun fiskal, earning per share(EPS) dan dividen per share (DPS), price earning ratio, net profit margin, return on assets (ROA), dan lain-lain.

Faktor eksternal (Lingkungan makro), diantaranya antara lain :

a. Pengumuman dari pemerintah seperti perubahan suku bungatabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah.

b. Pengumuman hukum (legal announcements), seperti tuntutan karyawan terhadap perusahaan atau terhadap manajernya dan tuntutan perusahaan terhadap manajernya.

c. Pengumuman industri sekuritas (securities announcements), seperti laporan pertemuan tahunan, insider trading, volume atau harga saham perdagangan, pembatasan/penundaaan trading.

d. Gejolak politik dalam negeri dan fluktuasi nilai tukar juga merupakan faktor yang berpengaruh signifikan pada terjadinya pergerakan harga saham di bursa efek suatu negara. Berbagai isu baik dari dalam negeri dan luar negeri.

Faktor Yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Pasar Saham ; Faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham menurut Weston dan Brigham (1993:26-27) adalah proyeksi laba per lembar saham, saat diperoleh laba, tingkat resiko dari proyeksi laba, proporsi utang perusahaan terhadap ekuitas, serta kebijakan pembagian deviden. Faktor lainnya yang dapat mempengarahi pergerakan harga saham adalah kendala eksternai seperti kegiatan perekonomian pada umumnya, pajak dan keadaan bursa saham.

Investasi harus henar-benar menyadari bahwa di samping akan memperoleh keuntungan tidak menutup kemungkinan mereka akan mengalami kerugian. Keuntungan atau kerugian tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan investor menganalisis keadaan harga saham merupakan penilaian sesaat yang dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk diantaranya kondisi [performance) dari perusahaan, kendala-kendala eksteraal, kekuatan penawaran dan permintaan saham di pasar, serta kemampuan investor dalam menganalisis investasi saham. Menurut Sawidji (1996:81) : “Faktor utama yang menyebabkan harga saham adalah persepsi yang berbeda dari masing-masing investor sesuai dengan informasi yang didapat”.

sumber :

http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/10/faktor-yang-mempengaruhi-pergerakan.html

Pasar dan Transaksi Investasi

PASAR DAN TRANSAKSI INVESTASI

A. PASAR EFEK / SECURITIES MARKET

Merupakan mekanisme yang memungkinkan penawar dan peminta dana melakukan transaksi penjualan dan pembelian sekuritas. Pasar Efek dibedakan :

· Pasar Uang (money market) dimana efek jangka pendek dibeli dan dijual dalam perbankan

· Pasar Modal (capital market) dimana transaksi dilakukan untuk efek jangka panjang seperti obligasi dan saham. PASAR MODAL dapat di golongkan :

1. PASAR PERDANA / PRIMARY MARKET

Pasar dimana emisi baru (new issue) effek ditawarkan pada publik. Perusahaan yang mengeluarkan efek (emiten) menggunakan bank investasi (investment banker) sebagai underwriter / penjamin bahwa emiten akan menerima setidak-tidaknya jumlah minimum tertentu untuk emisinya. Bank Investasi mengajak bank lain sebagai partner untuk membentuk sindikat underwriting dengan maksud untuk membagi risiko yang berhubungan dengan penjualan efek baru.

Masing-masing anggota sindikat membentuk kelompok pemasar (selling group) yang bertanggung jawab untuk mendistribusikan bagian tertentu dari emisi baru kepada investor publik. Kelompok pemasar _--> perusahaan pialang (brokerage firm) bertanggung jawab untuk memasarkan bagian tertentu dari emisi. Balas jasa untuk underwriter dan penjual biasanya berupa diskon atas harga jual efek.

Contoh :

Bank investasi membayar emiten Rp 1.000 per saham yang akan dijual pada pembeli Rp 2.000 per saham. Bank investasi menjual ke anggota kelompok pemasar. Rp 1.750 per saham. Jadi bank investasi memperoleh Rp 1.750 – Rp 1.000 = Rp 750 per saham. Anggota kelompok pemasaran mendapat Rp2.000 – Rp 1.750 = Rp 250 per saham.

2. PASAR SEKUNDER / SECONDARY MARKET

Pasar dimana efek diperdagangkan setelah dijual perdana ( emisi ) Terutama terdiri dari Bursa efek / Organized securities exchange dan pasar melalui kaunter ( over the counter market )

B. BURSA EFEK

Lembaga sentral dimana kekuatan penawaran dan permintaan untuk efek tertentu dipertemukan . Seluruh perdagangan dilakukan disatu tempat, dan dibawah sejumlah peraturan tertentu. Di Indonesia : Bursa Efek Jakarta ( BEJ ), Bursa Efek Surabaya ( BES ). Di Amerika Serikat : bursa efek utama adalah New York Stock Exchange ( NYSE ) dan American Stock Exchane (AMEX). Untuk dapat melakukan perdagangan efek, individu atau perusahaan pialang harus terdaftar (listed) menjadi anggota ( member ) bursa. Semua transaksi dilakukan dilantai bursa atas dasar proses lelang ( auction process ).

Tujuannya adalah memenuhi semua pesanan pembelian pada harga terendah dan memenuhi semua pesanan penjualan pada harga tertinggi, sehingga baik pembeli maupun penjual mendapat hasil sebaik mungkin.

C. BURSA OPTIONS DAN BURSA FUTURES

Options yang membolehkan pemegangnya untuk membeli atau menjual asset finansial pada suatu harga tertentu selama periode tertentu didaftar dan diperdagangkan dibursa tertentu.

Futures merupakan kontrak yang menjanjikan penyerahan mendatang dari komoditi, valuta asing, atau instrumen finansial dengan harga tertentu pada suatu tanggal tertentu, diperdagangkan pada berbagai bursa.

D. PASAR OVER THE COUNTER

Over the counter ( OTC ) market bukan suatu lembaga khusus, tetapi merupakan cara lain memperdagangkan efek. Pasar OTC berupa jaringan telekomunikasi yang tersebar diberbagai tempat dimana pembelidan penjual dari efek tertentu dapat dipertemukan antara kekuatan penawaran dan permintaan oleh dealer. Transaksi OTC yang dilakukan atas surat efek yang terdaftar ( listed ) dibursa efek disebut pasar tersier ( third market ).

Transaksi ini biasanya ditangani oleh perusahaan pialang / dealer yang bukan anggota bursa efek. Apabila OTC dilakukan langsung antara pembeli dan penjual institusional besar, maka transaksi itu dinamakan pasar kuarter ( fourth market ).

E. PENGATURAN PASAR EFEK

Peraturan perundang- undangan tentang efek dikeluarkan terutama untuk :

1. Menjamin keterbukaan yang cukup dan akurat mengenai informasi bagi investor yang ada dan yang potensial

2. Mencegah serta menghukum penyalahgunaan dan misrepresentasi.

3. Membentuk lembaga, yaitu komisi (seperti BAPEPAM), bursa (BEJ

F. TRANSAKSI EFEK

Kondisi pasar efek bisa dibedakan antara keadaan dimana tingkat harga secara umum meningkat (disebut bull market) atau menurun (disebut bear market). Perubahan keadaan pasar umumnya disebabkan karena perubahan dalam sikap investor, aktivitas perekonomian, dan tindakan / kebijaksanaan pemerintah untuk memacu atau menurunkan tingkat kegiatan ekonomi.

Bull market adalah pasar yang menguntugkan ( favorable ) umumnya berhubungan dengan optimisme investor, kegairahan ekonomi dan pemacuan pemerintah. Bear market adalah pasar yang tidak menguntungkan ( unfavorable ), umumnya berhubungan dengan pesimisme investor, kelesuan ekonomi dan pengendalian Pemerintah, kondisi pasar sulit diperkirakan. Agar dapat melakukan investasi , investor harus memahami prosedur untuk melakukan transaksi serta pelaku-pelaku yang terlibat dalam pasar efek :

1. Pialang saham / Stock broker

Mereka yang mendapat lisensi dari bursa untuk melakukan perdagangan efek dan terikat pada etika bursa, sehingga menjadi perantara bagi investor untuk membeli dan menjual efek.

2. Pembukaan Account

Hubungan legal antara klien dan broker dibentuk dengan pembukaan account dimana klien, memberikan berbagai informasi baik mengenai data pribadi maupun keadaan finansialnya sehingga stock broker dapat menilai tujuan investasi kliennya serta kemampuannya untuk membayar pesananpesanannya. Berbagai jenis account :

a. Account tunggal (single account) untuk individual, & account bersama (joint account) untuk suami- istri atau orang tua dan anak.

b. Accountu tunai (cash account) dimana klien hanya dapat melakukan transaksi tunai.

c. Account margin (margin account) dimana klen diberikan hak meminjam oleh brokerage firm (dengan meninggalkan surat-surat efek sebagi kolateral).

d. Account diskresioner (discretionary account) dimana broker dapat menggunakan pertimbangannya sendiri untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan atas nama kliennya. Account ini sangat dibatasi oleh bursa dan hanya digunakan untuk efek-efek tertentu saja.

3. Transaksi Odd Lot & Round-Lot

· Odd Lot : transaksi efek kurang dari 1 lot. Mis 100surat efek.

· Round Lot : transaksi efek 100 surat efek atau kelipatannyua. Mis : 200 saham.

Transaksi 225 saham akan menyangkut kombinasi odd dan round lot. Seluruh transaksi dilantai bursa dilakukan dalan round lot, sedangkan transaksi odd lot memerlukan bantuan spesialis yang emnangani efek tertentu dengan tambahan fee.

4. Jenis Pesanan Dasar

Tiga jenis pesanan dasar digunakan dalam transaksi efek :

· Pesanan Pasar ( market order ) : pesanan untuk membeli dan menjual saham pada harga yang terbaik saat pesanan diberikan.

· Pesanan terbatas ( limit order ) : pesanan untuk membeli pada harga tertentu atau dibawahnya / menjual pada atau diatas harga tertentu.

· Pesanan stop kerugian ( stop-loss order ) : pesanan untuk menjual suatu saham bila harga pasarnya mencapai atau turun dibawah tingkat tertentu

5. Jenis Transaksi Dasar

· Pembelian panjang / long purchase, dimana investor membeli efek dengan harapan nilainya akan naik & dapat dijual dikemudian hari dengan harapan nilainya akan naik, & dapat dijual dikemudian hari dengan keuntungan.

· Penjualan pendek/ short sale dimana investor, melalui broker, menjual efek yang dipinjam dari pihak lain untuk kemudian dibeli kembali dengan harga yang diharapkan telah turun.

· Pembelian margin/ margin purchase, dimana investor, dengan modal sendiri & uang pinjaman dari perusahaan pialang, membeli efek

6. Biaya transaksi

Broker diperkenankan untuk mengenakan komisi sebagai balas jasa dalam melaksanakan transaksi. Pada dasarnya terdapat 2 jenis komisi, yaitu :

· Tarif komisi tetap, yang berlaku untuk transaksi-transaksi kecil yang sering dilakukan oleh investor individual.

· Komisi yang dirundingkan, untuk transaksi-transaksi besar institusional.

Senin, 27 Desember 2010

kerapu

Indonesia boleh berbangga. Kekayaan biota laut perairan kita ibarat "surga" yang kerap membuat iri negara lain. Adalah kerapu (Epinephelinae) salah satu komoditas unggulan yang sukses diternakkan di Tanah Air dan banyak diburu negara lain.

Seorang pengusaha ikan kawakan pernah menuturkan, perairan Indonesia terpengaruh oleh dua musim subur bagi perkembangbiakan ikan-ikan laut. Hanya saja potensi itu belum diperhatikan, termasuk oleh negara.

Saat ini pasar ikan kerapu tidak terdengar gaungnya di dalam negeri sebab sebagian besar produknya "dilarikan" ke luar negeri. Harga ikan dengan ciri tutul-tutul atau belang-belang di tubuhnya ini mencapai Rp 500.000 per kilogram.

Sebagai ilustrasi, harga ekspor kerapu bebek saat ini 50 dollar AS (sekitar Rp 465.000) per kg, kerapu macan 11 dollar AS per kg, dan kerapu lumpur 10 dollar AS per kg. Ukuran kerapu yang diekspor minimal 500 gram per ekor.

Bangun Sitepu, pembudidaya kerapu di Lampung Barat, menuturkan, ekspor kerapu ke Asia terus naik seiring tingginya minat penduduk Asia Timur mengonsumsi kerapu. Apalagi tidak banyak negara di Asia mampu membudidayakan kerapu di wilayah perairannya.

Beberapa jenis kerapu yang sukses dibudidayakan di Tanah Air adalah kerapu macan (
Epinephelus fuscoguttatus) dan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang harga jualnya tinggi. Selain budidaya, produksi kerapu juga diperoleh dari penangkaran hasil tangkapan alam, di antaranya kerapu sunu (Plectropomus spp) dan kerapu lumpur (Epinephelus suillus).

Sitepu menuturkan, banyak pembudidaya kerapu asal Thailand, Malaysia, Hongkong, dan China membeli benih kerapu bebek dari Indonesia untuk dikembangbiakkan. Namun, upaya pemijahan itu kerap gagal.

"Sudah 10 tahun terakhir pembudidaya kerapu luar negeri membeli benih kerapu bebek untuk dibudidayakan, tetapi hasilnya sulit karena kerapu bebek dan macan ternyata lebih cocok berkembang biak di perairan Indonesia," ujar Sitepu, yang juga Ketua Forum Komunikasi Kerapu Lampung.

Produksi kerapu di Tanah Air tersebar di sejumlah daerah. Kerapu bebek, misalnya, tersebar di Lampung, Bali, Lombok, Sumbawa, Bangka Belitung, dan Ambon. Adapun kerapu sunu mengandalkan hasil tangkapan alam di Sumatera.

Tingginya permintaan ekspor membuat konsumen luar negeri rela ke sentra-sentra produksi kerapu di sejumlah perairan Indonesia guna memburu ikan bernilai mahal itu. "Berapa pun hasilnya, pasti diserap pasar. Ini membuat nilai tawar kerapu cenderung tinggi," ujar Sitepu.

Budidaya kerapu mendorong pertumbuhan usaha pembenihan. Benih kerapu saat ini dijual rata-rata Rp 12.000-Rp 14.000 per ekor benih ukuran 6-7 cm. Namun, pasokan benih terkadang terbatas.

Di Belitung, misalnya, kebutuhan benih kerapu mencapai 10.000-15.000 ekor. Namun, terkadang para pembenih tidak mampu memasok semuanya.

Dedi Yusrifan, pembenih kerapu di Belitung, menuturkan, kegagalan pembenihan kerap dipicu oleh mutu telur yang kurang baik dan cuaca yang tidak mendukung.

Belum didukung

Kendati prospek usahanya tinggi, belum banyak orang berani terjun ke usaha ikan kerapu. Total areal budidaya kerapu secara nasional saat ini baru 84.500 hektar, hanya 2,51 persen dari potensi budidaya laut seluas 3,36 juta hektar.

Kendala budidaya itu dipicu oleh usaha kerapu yang padat modal dengan masa produksi relatif lama. Budidaya kerapu macan, misalnya, membutuhkan waktu 1 tahun 7 bulan untuk ukuran siap ekspor. Kerapu bebek mencapai 10 bulan, sedangkan penangkaran kerapu hasil tangkapan membutuhkan 10 bulan hingga 1 tahun.

Modal operasional budidaya kerapu juga tinggi. Dibutuhkan dua jenis pakan, yakni pakan berupa ikan kecil seharga Rp 2.500-3.000 per kg dan pelet Rp 55.000 per kg. Setiap KJA kerapu berisi 250 ikan membutuhkan rata-rata 3-6 kg pakan ikan setiap hari, di luar kebutuhan pelet.

Usaha kerapu yang sebagian besar dikembangkan di daerah terpencil juga terganjal pasokan listrik, transportasi, dan minimnya pendampingan dari pemerintah. Zonasi kawasan budidaya yang belum diatur membuat lokasi budidaya kerap tumpang tindih dengan alur pelayaran ataupun terkontaminasi limbah.

Sementara itu, pembiayaan untuk sektor perikanan masih dihindari oleh perbankan. Akibatnya, kredit usaha perikanan terbelakang dengan realisasi di bawah 1 persen per tahun.

Tahun 2009 telah ada kesepakatan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Bank Indonesia untuk meningkatkan pendampingan usaha kecil dan menengah agar memperoleh akses pembiayaan perbankan serta informasi pola pembiayaan komoditas unggulan perikanan. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil.

Andai dikelola dengan tepat, potensi kerapu akan membangkitkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Imbal balik berupa pendapatan dan devisa sudah tentu juga dinikmati negara.

Arwana Super Red

Ketika orang-orang Eropa datang di awal abat ke-16, hingga pada abad ke-17 Belanda muncul sebagai penguasa yang terkuat di bumi Zambrut Khatulistiwa ini. Hingga pada masa proses terjadinya evolusi keanekaragam flora dan fauna, yang terjadi di nusantara bumi Khatulistiwa. Sebut saja ikan purba yang dewasa ini belum punah adalah ikan arwana (Scleropages sp). Hingga ikan ini sampai seabad yang lalu nyaris tidak dikenal, hingga pada tahun 1844 dua orang ilmuwan Jerman bernama Muller dan Schlegel yang tertarik dengan kecantikan ikan yang mereka temukan di Amerika Selatan. Penelitian mereka menemukan ternyata ikan tersebut belum dikenal. Keduanya memberi nama ikan itu Osteoglossum formosum.

Ikan arwana super red merupakan ikan hias air tawar unggulan. Bentuknya yang indah dengan warna sisik kemerahan, membuat ikan arwana super red banyak disukai orang. Ikan ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena harga per ekornya dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Habitat asli ikan arwana super red di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Namun ikan ini telah banyak dibudidayakan. Salah satu lokasi budidayanya terdapat di Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk mencapai lokasi budidaya ikan arwana super red dari Jakarta dapat melalui jalan Tol Jagorawi. Keluar di pintu Tol Cibubur,lalu mengambil arah ke kawasan Kranggan, Bekasi. Tepatnya di Desa Jati Raden. Perjalanan dari pusat kota Jakarta dengan menggunakan kendaraan bermotor memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Di tempat inilah budidaya ikan arwana super red dilakukan, diatas lahan seluas 4 ribu meter persegi. Disini terdapat 3 kolam budidaya yang dikelola Bapak Sriyadi, yang diisi puluhan induk ikan arwana super red berusia 8 hingga 10 tahun. Budidaya arwana super red disini dilakukan dengan kerja keras, karena dilakukan di luar habitat aslinya di Kalimantan Barat. Pak Sriyadi telah menekuni usaha ini sejak lebih dari 7 tahun lalu.

Kolam budidaya disini memiliki ukuran 10 kali 30 meter. Agar indukan ikan sehat, airnya dijaga sehingga tetap bersih. Karena apabila air kolam pemeliharaannya tidak jernih, ikan arwana super red mudah terserang penyakit.

Indukan ikan arwana super red diberi makan sekali sehari, pada sore hari. Makanannya kodok dan ulat jerman. Kodok dijadikan makanan karena memiliki kandungan protein yang tinggi. Sedangkan ulat jerman diberikan untuk mengurangi kandungan lemak, agar tubuh arwana tidak kegemukan.

Di tempat ini juga terdapat kolam tempat pemijahan ikan arwana super red. Kolam diberi pagar dan atap, agar ikan dapat melangsungkan perkawinan tanpa gangguan. Telur ikan arwana super red dierami oleh induk jantan.

Di alam bebas, lama pengeraman sekitar 60 hari. Namun di kolam budidaya ini lama pengeraman disesuai kebutuhan hingga telur menetas. Biasanya sekitar 2 minggu. Selama mengerami telurnya, induk jantan puasa tidak makan.

Anak ikan yang telah menetas kemudian dipindahkan ke akuarium incubator. Kondisi di akuarium ini disesuaikan dengan alam aslinya. Air dibuat memutar karena anakan ikan belum dapat berenang. Anakan ikan dijual setelah berusia 2 bulan dan telah pandai berenang. Pada usia seperti ini anakan ikan mulai tampak keindahannya. Harganya per ekor sekitar 4 juta rupiah.

Anakan ikan kemudian dibesarkan di kolam permanent. Kolam ini diberi pagar dan dibagian atasnya diberi pelindung. Pagar diperlukan agar ikan tidak melompat keluar dari kolam, karena ikan arwana super red sangat suka melompat.

Setelah dewasa, seperti inilah bentuk ikan arwana super red. Sangat indah dan mempesona. Bentuk tubuhnya yang unik dan warna sisiknya yang merah menyala, membuat ikan ini banyak dikoleksi karena diyakini sebagai pembawa keberuntungan.

Para kolektor ikan arwana super red biasanya datang langsung kesini untuk mencari ikan kesukaannya. Para pembelinya tidak hanya kolektor biasa, tetapi juga para tamu negara sahabat. Diantaranya keluarga Sultan Brunei Darussalam. Sebanyak 6 ekor ikan arwana super red berukuran 30 centimeter dibeli oleh Permaisuri Sultan Brunei Darusalam ketika berkunjung kesini.

Para pengunjung dapat melihat ikan arwana super red dewasa di kolam kaca di belakang rumah. Di kolam ini terdapat beberapa ikan arwana super red yang diletakkan di dalam kolam bersama – sama. Berbagai ikan arwana super red di kolam kaca ini terlihat indah dan menarik, sehingga membuat betah siapa saja yang memandangnya.

Memandang liukan tubuh ikan arwana super red memiliki magis tersendiri. Itulah yang membuat ikan ini berharga mahal, dan tidak tergantikan oleh ikan hias lain

kenalan dengan udang vannamei

Udang putih (Litopenaeus vannamei) dikenal masyarakat dengan nama vannamei merupakan spesies asli dari perairan Amerika Tengah. Spesies udang putih (Litopenaeus vannamei) resmi diperkenalkan dan dibudidayakan di Indonesia mulai awal tahun 2000. Hal ini menggairahkan kembali usaha pertambakan di Indonesia yang mengalami kegagalan budidaya akibat serangan penyakit terutama bintik putih (white spot) pada budidaya udang windu (Penaeus monodon Fab.). Penyakit white spot telah menyerang tambak-tambak udang windu, baik yang dikelola secara tradisional maupun intensif meskipun telah menerapkan teknologi tinggi dengan fasilitas yang lengkap.

Udang vaname digolongkan kedalam genus Panaid pada Filum Arthropoda. Ada ribuan spesies difilum ini. Namun, yang mendominasi perairan berasal dari subfilum Crustrcea.

Ciri – ciri subfilum crusteca yaitu memiliki 3 pasang kaki berjalan yang berfungsi untuk mencapit, terutama dari ordo Decapoda, seperti Litopenaeus chinesis, L. japonicus, l. monodon, L. stylirotris, dan Litopenaeus vannamei. Menurut D.A Susanto (1998), secara klasifikasinya udang vanamei adalah sebagai berikut :


Kingdom : Animalia

Subkingdom : Metozoa

Filum : Arthropoda

Subfilum : Crustacea

Kelas : Malacostraca

Subkelas : Eumalacosteraca

Superordo : Euracida

Ordo : Decapoda

Subordo : Denderobrachiata

Famili : Penaeidae

Genus : Litopeneus

Spesies : Litopeneus vannamei


Tubuh udang vaname dibentuk oleh 2 cabang (Biromous), yaitu exopodite dan endopodite. Vaname memliki tubuh berbuku –buku dan aktivitas berganti kulit luar ( moulting ). Ciri – cirri udang vanamei adalah sebagai berikut :

  • Bagian kepala udang vanamei terdiri dari antenula, antenna, mandibula, dan 5 pasang kaki jalan

  • Udang vanamae bagian kaki berjalan , terdiri dari 2 pasang maxillae dan 3 pasang maxillae dan 3 pasang maxilliped.

  • Bagian perut vaname terdiri dari 6 ruas

  • Udang vaname bagian kaki renang, terdiri dari 5 pasang

  • Bagian ekor udang vaname berbentuk seperti kipas

  • Bagian tubuh udang vanamae terdiri dari Kepala (thorax) dan perut (abdomen).

Tubuh udang vanamae dapat dibagi atas 2 bagian yaitu :

  • Kepala (thorax)

Kepala udang vaname terdiri dari antenula, antenna, mandibula, dan 2 pasang maxillae. Kepala udang vaname juga dilengkapi dengan 3 pasang maxilliped 5 pasang kaki bejalan ( Peripoda ) atau kaki sepuluh (Decapoda).

Maxilliped berfungsi sebagai organ untuk makan. Bentuk poropoda beruas ruas yang berujung di bagian dactylus ada yang berbentuk capit ( kaki ke-1, ke-2, dan kaki ke3) dan juga yang tanpa capit (kaki ke-4 dan kaki ke-5).

  • Perut (Abdomen)

Abhdomen terdiri dari 6 ruas. Pada bagian abdomen terdapat 5 pasang kaki renang dan sepasang uropods (mirip ekor) yang membenruk kipas bersama sama telson.


  • Siklus Hidup

Udang vaname bersifat nocturnal, yaitu melakukan aktifitas pada malam hari. Siklus hidup udang vaname sebelum ditebar dibak beton yaitu stadia nauplii, stadia zoea, stadia mysis, dan stadia postlarva.

  • Satadia Naupli

Pada stadia ini, larva berukuran 0,32 – 0,58 mm. Sistem ini pencernaannya belum sempurna dan masih memiliki cadangan makanan berupa kuning telur, pada stadia ini udang vaname belum membutuhkan makanan dari luar.

  • Stadia Zoea

Stadia Zoea terjadi setelah naupli ditebar dibak pemeliharaan sekitar 15 – 24 jam. Larva sudah berukuran 1,05 – 3,30 mm. Pada stadia ini benih udang mengalami molting sebanyak 3x, lama waktu proses pergantian kulit sebelum memasuki stadia berikutnya (mysis) sekitar 4-5 hari. Pada stadia ini, benih sudah dapat diberi makan alami seperti artemia.



  • Stadia Mysis

Pada stadia ini, benih sudah menyerupai bentuk udang yang dicirikan dengan sudah terlihat ekor kipas (uropods) dan ekor (telson). Ukuran larva berkisar 3,50 – 4,80 mm. Stadia ini memiliki 3 substadi yaitu mysis 1, mysis 2, dan mysis 3 yang berlangsung selama 3 – 4 hari sebelum masuk pada stadia postlarva (PL).

  • Stadia Postlarva (PL)

Pada stadia ini, benih udang vaname sudah tampak seperti udang dewasa. Pada stadia ini udang sudah mulai aktif bergerak lurus kedepan.

Sifat – sifat penting Udang Vaname :

  1. Aktif pada kondisi gelap (noctural)

  2. Dapat hidup pada kisaran salinitas lebar (euryhaline)

  3. Suka memangsa jenis ( kanibal )

  4. Tipe pemakan lambat, tetapi terus menerus (continous feeder)

  5. Menyukai hidup didasar ( Bentik )

  6. Mencari makan lewat organ sensor (chemoreceptor)

  7. Sifat cenderung karnivora



  • Moulting

Genus Pennaeid mengalami pergantian kulit (moulting) secara periodik untuk tumbuh, termasuk udang vannamei. Proses moulting berlangsung dalam 5 tahap yang bersifat kompleks, yaitu postmolting lanjutan intermolting ( premoulting ), dan molting (ecdysis). Proses moultin diakhiri dengan pelepasan kulit luar dari tubuh udang.

Moulting akan terjadi secara teratur pada udang yang sehat. Bobot udang akan bertambah setiap kali mengalami Moulting. Faktor – factor yang memperngaruhi Moulting massal yaitu kondisi lingkungan, gejala pasang, dan terjadi penurunan volume air atau surut.

  • Tingkah Laku Makanan

Udang termasuk golongan omnivore atau pemakan segala. Udang vaname mencari dan mengidentifikasikan pakan menggunakan sinyal kimiawi berupa getaran dengan bantuan organ sensor yang terdiri dari bulu – bulu halus (setae). Organ sensor itu terpusat pada ujung anterior antenula, bagian mulut, capit, antenna, dan maxilliped. Dengan bantuan sinyal kimiawi yang ditangkap, udang akan merespon untuk mendekati atau menjauhi sumber pakan.

  • Fase tingkah laku makan udang vannmei

  1. Pendeteksian pakan dengan sinyal kimiawi

  2. Orientasi (pengalaman medan), saat udang akan bergerak menuju sumber pakan

  3. Bergerak mendekati sumber pakan

  4. Menjepit pakan dengan kaki jalan dan dimasukan ke dalam mulut

  5. Udang kan berhenti makan bila sudah kenyang

Usaha budidaya udang putih (Litopenaeus vannamei) menjanjikan keuntungan yang besar. Keuntungan dari usaha budidaya udang putih ini dapat diperoleh secara maksimal apabila udang yang dibudidayakan mencapai laju pertumbuhan maksimal dan pertumbuhan normal (proporsi panjang dan berat yang seimbang atau tidak kuntet) sehingga diperoleh nilai rasio konversi pakan atauFeed Convertion Ratio (FCR) yang optimal sebesar 1,4 sampai 1,6.

Udang putih (Litopenaeus vannamei) memiliki karakteristik budidaya yang unggul. Spesies ini dapat tumbuh hingga 20 gram secara cepat dengan laju pertumbuhan mencapai 3 gram per minggu dengan budidaya kepadatan tinggi (100 ekor/m2). Setelah itu, udang putih (Litopenaeus vannamei) tumbuh lambat sekitar 1 gram per minggu, dan individu betina tumbuh lebih cepat dibandingkan individu jantan. (Wyban dan Sweeney, 1991). Oleh karena itu, pengamatan pertumbuhan panjang maupun berat tubuh udang harus diamati secara visual dari hari ke hari pemeliharaan.



Daftar Pustaka

Anonim.2010.BAB-II-Kajian Pustaka. www.scribd.com/doc/35442209/BAB-II-Kajian-Pustaka.(26 Nopember 2010)


Look StudentSite Gunadarma